Browsed by
Tag: Galau

Luka Matang

Luka Matang

Pernah terjadi badai di hatiku, saat cahaya rembulan membelah menjadi sabit Kala itu aku menangis di sudut diam, melihat punggungmu yang berlarian Aku ingin meronta dari tangisku, namun kepergianmu telah lumpuhkan perbuatanku Hanya melihat senyum di salam terakhirmu dan terbukalah luka yang selama ini matang dalam jiwaku Percuma saja kau sebutkan hal bahagia antara aku dan kamu Luka yang kau ajarkan telah matang ku jiwai Kini berteman dengan duka adalah keahlian sepiku Dari jejak tinggalmu kupatenkan hati tak lagi mau…

Read More Read More

Tak Ada Mimpi

Tak Ada Mimpi

Tak ada mimpi tubuhku bagai layanglayang menembus awan kabut diterima tanah berkeping aku tak juga terbangun saat tubuhku terbang dan melayang, tak mampu mendarat di kabut basah tubuhku ringan bagai kapas: tak ke langit tak pulang ke bumi berkeping-keping dibakar matahari   Karya : sang ilham

AKU SENDIRI

AKU SENDIRI

  Aku sendirian disini, menyeka serpihan hati.. Berputik pada serumpun bicara, yang tidak betah pada resah.. Angin pun berlari menyembunyikan diri,, Bersama tumpukan awan malam.. Aku sendiri disini,, Merangkai puisi,, Cerita tentang duka tentang luka,, Tentang sepi yang memejarakan hati.. Aku sendiri disini,, Bersama gugusan harapan yang tiada penghujung nya.. Entah apa yang ku rasakan,, Malam pun seakan tak perduli, melihat ku yang kesepian.. Akankah ku habiskan malam, hingga fajar menjelang? Sedangkan bulan dan bintang enggan berteman.. Aku yang keseorangan,,…

Read More Read More

KAU ADALAH SEGALA

KAU ADALAH SEGALA

Kuingat saat kita menelusuri jalan Memaknai malam di bawah purnama Kemudian singgah di gardu emas Kau pun berkata “indah sekali makhluk ini, tapi apakah?” Kata-katamu tersangkut di ranting gelap Dengan sigap kujawab hipotesamu Kau adalah ratu dari segala ratu Kau adalah indah dari segala indah Kau pantas menjadikannya budak Karya Kholil Ar-Rohman +6281336235932 21-08-2018

Biarlah Karma Yang Bicara

Biarlah Karma Yang Bicara

  “BIARLAH KARMA YG BICARA” Awan hitam mendung mencekam lantarkan isak tanggis kegelapan… Mash membahayang melebar tanam jerit kesakitan… Ku helai nafas perlahan memamah menjajah sukma… Kenapa ada asa jika cinta hny sbuah lepengan senja… Hadir pergi silih berbagi serasa tak ada asa percaya&mengerti… Alam pun menyelimuti angin berbisik bernyayi linangkan jerit tersakiti…. Asa berganti menancap duri membunuh nadi menjalur gemuruh badai membakar diri… Amukan batu melalang sendu melalap empedu… Hati kelu mendayu kala cinta kau madu… Teteskan air mata…

Read More Read More